asumsi bahwa vitamin C bisa menyembuhkan gejala beberapa penyakit, termasuk radang tenggorokan adalah anggapan yang keliru. Vitamin C tak berfungsi untuk pengobatan, tetapi pencegahan.
Bila sedang terkena flu ringan atau radang tenggorokan, biasanya vitamin C dipilih sebagai suplemen untuk mencegah flu semakin berat. Tapi, ternyata konsumsi vitamin C saat sakit tak efektif menyembuhkan penyakit seperti flu dan radang tenggorokan. Temuan tersebut dikemukakan dalam penelitian terbaru bahwa tidak semua gejala penyakit ringan seperti influenza, radang tenggorokan atas atau inspeksi saluran pernapasan atas (ispa) dan panas demam bisa disembuhkan hanya dengan mengonsumsi vitamin C.
Asupan vitamin C ketika mengalami radang tenggorokan atau ketika menderita influenza serta demam ringan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada penyakit tersebut. Publik kerap salah kaprah bahwa vitamin C bahkan bisa membuat kebal terhadap bermacam penyakit. Anggapan keliru itu membuat orang mengonsumsi vitamin C secara berlebihan, padahal manfaatnya belum pasti didapat. Contohnya saja anggapan bahwa sakit radang tenggorokan bisa disembuhkan dengan vitamin C hingga saat ini masih menjadi keyakinan di masyarakat kita. Padahal dalam sebuah riset terbaru membuktikan bahwa vitamin C sama sekali tidak memberi pengaruh apa pun pada kasus radang tenggorokan.

Dosis konsumsi vitamin C yang ideal adalah 75 miligram per hari. Perempuan hamil dan ibu menyusui sudah tentu harus mengonsumsi vitamin C lebih besar dari jumlah tadi. Ada juga yang berpendapat cukup mengonsumsi 200 miligram sehari. Bagi orang yang hidup dengan stres atau mereka yang tinggal di kota besar yang penuh polusi, seperti Jakarta, dosis 500 miligram adalah dosis yang cukup baik.